Tapia Mulai Ragu Messi Lanjut Bersama Argentina Usai Piala Dunia 2026

Sepak Bola28 Views

Tapia Mulai Ragu Messi Lanjut Bersama Argentina Usai Piala Dunia 2026 Kelanjutan perjalanan Lionel Messi bersama tim nasional Argentina kembali menjadi pembicaraan setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina, Claudio Chiqui Tapia, yang sebelumnya masih membuka peluang sang kapten terus mengenakan seragam Albiceleste, kini menggunakan nada yang jauh lebih emosional ketika berbicara mengenai pemain berusia 39 tahun tersebut.

Perubahan tersebut terlihat setelah Argentina kalah 0 1 dari Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli. Tapia menyampaikan penghormatan panjang kepada Messi melalui media sosial dengan menyebut kisah sang kapten telah menjadi sesuatu yang abadi serta berterima kasih atas seluruh pencapaiannya bersama Argentina. Pesan tersebut segera dibaca sebagai sinyal bahwa jajaran AFA mulai mempersiapkan diri apabila Messi benar benar memilih berhenti.

Situasinya menjadi semakin menarik setelah Leandro Paredes menyampaikan bahwa Messi sebenarnya telah mengambil keputusan sebelum final melawan Spanyol. Menurut Paredes, pertandingan tersebut sempat dipahami sebagai penampilan terakhir Messi bersama tim nasional, meski rekan setimnya tetap berharap keputusan itu berubah.

Messi sendiri belum mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya pensiun dari Argentina. Ketidakpastian inilah yang membuat setiap pernyataan Tapia, Lionel Scaloni, maupun pemain senior mendapat perhatian besar.

Nada Claudio Tapia Berubah Setelah Final

Sebelum Piala Dunia dimulai, Tapia masih berbicara dengan nada optimistis mengenai kemungkinan Messi terus bermain. Pada Juni 2026, ia bahkan mengatakan tidak mengetahui apakah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko benar benar menjadi Piala Dunia terakhir sang kapten.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan tersebut, Tapia menjawab singkat bahwa dirinya tidak tahu apakah itu akan menjadi yang terakhir. Jawaban itu disampaikan dengan nada ringan dan membuka peluang bahwa Messi masih dapat mempertahankan karier internasionalnya lebih lama.

Hanya beberapa pekan kemudian, situasinya berubah.

Argentina berhasil mencapai final, tetapi gagal mempertahankan gelar setelah dikalahkan Spanyol melalui pertandingan yang berlangsung hingga perpanjangan waktu. Ferran Torres mencetak gol yang menentukan kemenangan Spanyol.

Setelah pertandingan, Tapia tidak lagi banyak berbicara mengenai peluang Messi tampil pada turnamen berikutnya. Ia memilih memberikan penghormatan yang lebih menyerupai ucapan terima kasih kepada seorang pemain yang telah menyelesaikan perjalanan sangat panjang.

Tapia menyebut tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa terima kasih atas apa yang diberikan Messi kepada Argentina. Ia menyinggung kemampuan bermain, kepemimpinan, serta peran sang kapten dalam membawa negaranya kembali ke tingkat tertinggi sepak bola internasional.

Perubahan nada inilah yang memunculkan dugaan bahwa AFA mulai menyadari kemungkinan besar kehilangan pemain nomor 10 tersebut.

“Menurut penulis, perubahan paling terlihat bukan berasal dari satu kalimat Tapia, melainkan dari cara AFA mulai berbicara tentang Messi sebagai sosok yang telah menyelesaikan sebuah perjalanan sangat panjang.”

Pernyataan Paredes Membuat Spekulasi Semakin Kuat

Leandro Paredes menjadi salah satu orang terdekat Messi di tim nasional Argentina. Keduanya telah bermain bersama selama bertahun tahun dan menjadi bagian penting dari kelompok yang memenangkan Copa America 2021, Piala Dunia 2022, serta Copa America 2024.

Karena kedekatan tersebut, pernyataan Paredes setelah Piala Dunia 2026 mendapat perhatian besar.

Dalam wawancara bersama DSports, Paredes mengungkapkan bahwa Messi sebelumnya telah mengambil keputusan bahwa laga menghadapi Spanyol akan menjadi pertandingan terakhirnya bersama Argentina.

Paredes kemudian menyampaikan harapannya agar sang kapten berubah pikiran dan terus bermain. Ia menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Messi dan rekan setim akan menghormati pilihan yang membuatnya merasa nyaman.

Pernyataan tersebut merupakan petunjuk paling jelas mengenai apa yang terjadi di dalam ruang ganti Argentina.

Messi memang tidak menyampaikan pengumuman setelah final. Namun, bila keterangan Paredes benar, pembicaraan mengenai perpisahan kemungkinan telah berlangsung secara internal sebelum pertandingan.

Hal itu juga dapat menjelaskan suasana emosional setelah kekalahan.

Messi Menangis Setelah Kekalahan dari Spanyol

Final Piala Dunia 2026 menghadirkan adegan yang sangat emosional bagi Messi. Setelah menerima medali perak, ia terlihat menahan perasaan sebelum akhirnya menangis ketika berjalan meninggalkan area podium.

Suporter Argentina memberikan penghormatan kepada sang kapten melalui nyanyian dari tribun. Messi yang masih mengenakan seragam nomor 10 terlihat terpukul setelah gagal membawa Argentina meraih gelar dunia kedua secara beruntun.

Pemandangan tersebut langsung memunculkan pertanyaan apakah publik baru saja menyaksikan pertandingan terakhir Messi bersama negaranya.

Berbeda dari 2016, ketika Messi langsung mengumumkan pengunduran diri setelah kalah dalam final Copa America Centenario, kali ini ia tidak memberikan pernyataan spontan.

Messi meninggalkan stadion tanpa berbicara kepada media.

Ia kemudian kembali menuju Miami dan tidak ikut rombongan utama Argentina yang pulang ke Buenos Aires setelah turnamen. Keputusan itu berkaitan dengan kewajibannya bersama Inter Miami.

Keheningan Messi membuat semua kemungkinan tetap terbuka.

Sebelum Final Messi Justru Tidak Memikirkan Pensiun

Menariknya, hanya beberapa hari sebelum final, Messi memberikan pesan yang berbeda.

Reuters melaporkan Messi sedang menikmati perjalanan Argentina di Piala Dunia keenamnya dan ketika itu tidak memikirkan pensiun. Ia lebih tertarik membicarakan semifinal melawan Inggris, kebersamaan tim, serta pertandingan final menghadapi Spanyol.

Messi bahkan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang turnamen.

Pada usia 39 tahun, ia masih mampu menjadi pusat permainan Argentina dan memberikan kontribusi penting sejak fase grup hingga pertandingan gugur. Dalam semifinal menghadapi Inggris, Messi memberikan dua assist saat Argentina membalikkan keadaan dan menang 2 1.

Kondisi tersebut menunjukkan persoalannya bukan semata kemampuan bermain.

Messi masih mampu bersaing di tingkat internasional. Pertanyaannya lebih berkaitan dengan keinginan pribadi, kondisi fisik, beban perjalanan, serta seberapa lama ia masih ingin menjalani jadwal bersama klub dan tim nasional sekaligus.

Usia 39 Tahun Menjadi Pertimbangan Besar

Messi berusia 39 tahun pada 24 Juni 2026 ketika Piala Dunia sedang berlangsung.

Usia tersebut membuat setiap keputusan mengenai pertandingan internasional harus dihitung secara lebih hati hati. Perjalanan antarbenua, pemulihan setelah pertandingan, latihan, serta jadwal klub memberikan tuntutan besar terhadap tubuh seorang pemain.

Untuk Copa America 2028, Messi akan berusia 41 tahun.

Sementara pada Piala Dunia 2030, usia Messi akan mencapai 43 tahun. Argentina menjadi salah satu negara yang mendapat pertandingan pembuka khusus dalam edisi tersebut sebagai bagian dari perayaan seratus tahun Piala Dunia.

Secara teori, tidak ada aturan yang melarang Messi bermain selama kondisi fisiknya memenuhi kebutuhan tim.

Namun, tuntutan pertandingan internasional terus meningkat. Pemain harus menghadapi lawan dengan kecepatan tinggi, jadwal padat, serta perjalanan panjang.

Messi juga perlu menjaga kondisi untuk Inter Miami, klub yang masih menjadi bagian utama aktivitas sepak bolanya.

Piala Dunia Keenam Berakhir dengan Medali Perak

Turnamen 2026 menjadi Piala Dunia keenam Messi.

Argentina memasuki kompetisi sebagai juara bertahan setelah keberhasilan luar biasa di Qatar empat tahun sebelumnya. Tim asuhan Scaloni kembali menunjukkan kemampuan bersaing hingga pertandingan terakhir.

Messi tampil sebagai salah satu pusat permainan Argentina.

Perjalanan Albiceleste mencapai final termasuk kemenangan atas Inggris pada semifinal dan sejumlah pertandingan gugur yang berlangsung ketat.

Namun, Spanyol menghentikan upaya Argentina untuk menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mempertahankan gelar Piala Dunia pria secara beruntun.

Kekalahan tersebut tidak menghapus pencapaian generasi Argentina yang dipimpin Messi dan Scaloni.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini memenangkan Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, serta Copa America 2024 sebelum mencapai final kembali pada 2026.

Hubungan Messi dan Tapia Tetap Dekat

Claudio Tapia mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Messi selama beberapa tahun terakhir.

Presiden AFA tersebut sering terlihat bersama pemain Argentina dalam kegiatan tim nasional. Pada Piala Dunia 2026, Tapia juga beberapa kali muncul bersama Messi dan Rodrigo De Paul menjelang pertandingan.

Hubungan tersebut membuat pendapat Tapia mengenai Messi selalu memiliki bobot tersendiri.

Namun, keputusan akhir tetap berada pada sang pemain.

AFA tidak dapat memaksa Messi bertahan hanya karena kemampuan dan popularitasnya masih dibutuhkan. Sebaliknya, organisasi tersebut juga tidak memiliki alasan untuk menutup pintu apabila Messi ingin bermain dalam beberapa pertandingan berikutnya.

Tapia kemungkinan memilih menunggu komunikasi langsung dengan Messi sebelum membuat pernyataan resmi mengenai status kapten Argentina.

AFA Belum Mengumumkan Acara Perpisahan Resmi

Sampai awal Agustus 2026, AFA belum mengumumkan pertandingan resmi sebagai acara perpisahan Messi.

Karena itu, tidak tepat menyebut karier internasional Messi telah berakhir sepenuhnya.

Pernyataan Paredes memang memperkuat kemungkinan perpisahan, sementara pesan Tapia setelah final terdengar sangat emosional. Namun, Messi sendiri belum menyampaikan keputusan publik.

Argentina memiliki jendela pertandingan internasional lagi pada paruh kedua 2026.

FIFA menyediakan periode pertandingan pada September hingga awal Oktober serta November. Jadwal tersebut memberi kesempatan bagi AFA untuk menentukan apakah Messi masih akan dipanggil.

Bila Messi tidak hadir dalam dua periode tersebut, spekulasi mengenai perpisahan akan semakin kuat.

Sebaliknya, satu panggilan saja dapat menunjukkan bahwa ia belum ingin menutup perjalanan bersama Albiceleste.

Nomor 10 Argentina Akan Menghadapi Perubahan Besar

Apabila Messi benar benar berhenti, Argentina tidak hanya kehilangan seorang penyerang atau gelandang kreatif.

Tim kehilangan pemain yang selama hampir dua dekade menjadi pusat permainan, kapten, pencetak gol terbanyak, serta simbol utama sepak bola negara tersebut.

Perubahan seperti itu membutuhkan waktu.

Argentina sudah mempunyai sejumlah pemain yang dapat mengambil tanggung jawab lebih besar, termasuk Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Nico Paz, serta beberapa pemain muda lainnya.

Namun, mengganti fungsi Messi tidak dapat dilakukan melalui satu pemain.

Scaloni selama beberapa tahun membangun sistem yang mampu berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada sang kapten. Argentina pernah memenangkan pertandingan penting ketika Messi tidak bermain.

Tetapi ketika Messi berada di lapangan, cara lawan bertahan dan cara Argentina membangun serangan tetap berbeda.

Lionel Scaloni Juga Belum Memberikan Kepastian

Ketidakpastian Argentina tidak hanya datang dari Messi.

Setelah final menghadapi Spanyol, Lionel Scaloni juga mengisyaratkan bahwa kelanjutan pekerjaannya setelah kontrak berakhir pada Desember 2026 masih belum jelas.

Tapia kemudian memberikan pesan khusus kepada sang pelatih dan menyampaikan kebanggaan terhadap pekerjaan yang dilakukan sejak 2018.

Beberapa hari kemudian, Tapia kembali mengunggah video yang mendorong Scaloni dan kelompok Argentina untuk terus melanjutkan perjalanan bersama. AFA menggambarkan masih ada bagian lain yang dapat ditulis oleh tim tersebut.

Situasi itu membuat Argentina berpotensi memasuki perubahan besar sekaligus.

Nicolas Otamendi telah mengumumkan perpisahan dari tim nasional. Paredes juga menyampaikan keraguan mengenai kelanjutannya, sementara Emiliano Martinez sempat berbicara mengenai kemungkinan mengambil keputusan serupa.

Generasi yang membawa Argentina kembali mendominasi sepak bola internasional perlahan memasuki tahap akhir.

AFA Harus Menyiapkan Tim Tanpa Bergantung pada Messi

Terlepas dari keputusan Messi, AFA dan staf pelatih harus mulai membangun susunan tim yang dapat berjalan tanpa nomor 10.

Hal tersebut bukan berarti menggeser Messi ketika ia masih ingin bermain. Persiapan dibutuhkan agar pergantian tidak terjadi secara mendadak.

Argentina memiliki keuntungan berupa banyak pemain yang masih berada pada usia produktif.

Enzo Fernandez dan Mac Allister dapat menjadi pusat permainan lini tengah. Julian Alvarez dan Lautaro Martinez menyediakan pilihan di lini depan. Nico Paz juga terus berkembang sebagai pemain kreatif.

Peran kapten dapat beralih kepada pemain senior seperti Emiliano Martinez atau Cristian Romero bila Messi akhirnya berhenti.

Namun, kepemimpinan tetap membutuhkan proses.

Messi telah melewati kekalahan final, kritik besar, masa pengunduran diri pada 2016, hingga akhirnya membawa Argentina menjadi juara dunia.

Pengalaman tersebut tidak dapat digantikan hanya dengan memberikan ban kapten kepada pemain lain.

“Argentina memiliki pemain untuk terus bersaing, tetapi kehilangan Messi tetap akan mengubah cara tim hidup di dalam dan di luar lapangan. Penggantinya bukan satu orang, melainkan pembagian tanggung jawab kepada seluruh kelompok.”

Tapia Pernah Melihat Messi Berubah Pikiran

AFA juga mempunyai alasan untuk tidak buru buru mengumumkan perpisahan.

Sejarah menunjukkan Messi pernah mengambil keputusan pensiun dari tim nasional kemudian kembali.

Setelah kekalahan dari Chile pada final Copa America Centenario 2016, Messi menyatakan perjalanannya bersama Argentina telah selesai.

Keputusan tersebut tidak bertahan lama.

Ia kembali bermain dan beberapa tahun kemudian memasuki periode paling sukses dalam karier internasionalnya.

Karena pengalaman itu, Tapia kemungkinan memahami bahwa keputusan emosional setelah turnamen besar tidak selalu bersifat permanen.

Namun, keadaan sekarang berbeda karena faktor usia.

Pada 2016, Messi berusia 29 tahun. Sekarang ia berusia 39 tahun dan telah memenangkan hampir seluruh gelar besar yang sebelumnya tidak dimilikinya bersama Argentina.

Tidak Ada Lagi Beban untuk Membuktikan Diri

Salah satu perbedaan terbesar dalam keputusan Messi sekarang adalah tidak adanya tekanan untuk mengejar trofi yang hilang.

Sebelum 2021, Messi terus menerima kritik karena belum memenangkan gelar senior bersama Argentina.

Situasinya berubah setelah keberhasilan menjuarai Copa America di Brasil.

Setelah itu datang Finalissima dan Piala Dunia Qatar.

Messi kemudian mengangkat Copa America kembali pada 2024.

Seluruh pencapaian tersebut membuat keputusan berhenti tidak lagi dilihat sebagai kepergian karena kegagalan.

Ia dapat meninggalkan Argentina setelah menjalani periode yang membawa negaranya kembali ke tingkat tertinggi sepak bola internasional.

Final Piala Dunia 2026 memang berakhir dengan kekalahan, tetapi mencapai pertandingan perebutan gelar pada usia 39 tahun tetap menjadi pencapaian luar biasa.

Keputusan Messi Diperkirakan Sangat Personal

Faktor keluarga kemungkinan ikut dipertimbangkan.

Karier internasional membuat Messi harus meninggalkan Miami untuk mengikuti pertandingan persahabatan, turnamen, serta pemusatan latihan di Amerika Selatan dan berbagai negara.

Pada usia sekarang, pemulihan tubuh membutuhkan perhatian lebih besar.

Messi juga masih menjalani jadwal bersama Inter Miami.

Ia perlu menentukan apakah masih ingin menjalani beban ganda antara klub dan Argentina atau mulai mengurangi jumlah pertandingan.

Keputusan tersebut tidak harus langsung berupa pensiun permanen.

Messi dapat memilih bermain pada pertandingan tertentu, mengurangi penampilan dalam laga persahabatan, atau menunggu sampai tubuhnya memberikan jawaban.

Pengumuman Resmi Masih Ditunggu

Sampai 7 Agustus 2026, Lionel Messi belum mengeluarkan pernyataan publik yang secara tegas menyatakan dirinya telah berhenti dari tim nasional Argentina.

Karena itu, statusnya belum dapat disebut pensiun secara resmi.

Pernyataan Paredes memberikan gambaran mengenai keputusan yang sempat dibuat Messi sebelum final. Pesan Tapia menunjukkan AFA sudah mempertimbangkan kemungkinan perpisahan. Namun, keduanya belum menggantikan keputusan langsung dari sang pemain.

Agenda pertandingan Argentina berikutnya akan menjadi petunjuk penting.

Jika Messi kembali menerima panggilan, kisah bersama Albiceleste masih berlanjut. Bila ia memilih tidak kembali, final menghadapi Spanyol pada 19 Juli 2026 dapat tercatat sebagai pertandingan terakhir dari perjalanan internasional yang berlangsung lebih dari dua dekade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *