Susunan PSIM vs Persija: Eksel Starter, Macan Kemayoran Ubah Wajah Depan Persija Jakarta datang ke laga melawan PSIM Yogyakarta dengan satu keputusan yang langsung menarik perhatian, yakni menurunkan Eksel Timothy Joseph Runtukahu sebagai starter. Dalam daftar pemain resmi pertandingan pekan ke-29 BRI Super League 2025/26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu 22 April 2026, nama Eksel tampil sejak menit awal di lini serang Persija. Laga ini sendiri digelar mulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung di venue netral setelah perpindahan lokasi pertandingan.
Keputusan menempatkan Eksel sejak awal terasa penting karena Persija sedang mencari ritme terbaik di ujung musim. Striker ini datang ke pertandingan dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah penampilan menonjol dalam beberapa laga terakhir. Liga Indonesia Baru mencatat Eksel tampil gemilang saat Persija menang 3-0 atas Persebaya pada 11 April 2026, terlibat dalam semua gol dan mencetak dua gol sendiri. Dengan latar seperti itu, starter-nya Eksel melawan PSIM bukan sekadar rotasi biasa, tetapi sinyal bahwa Persija sedang memberi panggung lebih besar kepada penyerang lokal yang sedang naik.
Bagi PSIM, susunan pemain Persija ini juga memberi tantangan tersendiri. Mereka tidak hanya berhadapan dengan tim besar yang tetap punya nama nama kuat di berbagai lini, tetapi juga menghadapi lini depan yang diisi pemain dengan kondisi mental bagus. Saat Eksel turun sebagai starter bersama dua penyerang lain, Persija terlihat ingin bermain lebih agresif sejak awal, bukan menunggu pertandingan berkembang lebih lambat.
Eksel Runtukahu dipercaya sejak menit pertama
Dalam starting XI resmi Persija, Eksel Runtukahu tercantum sebagai salah satu dari tiga penyerang yang diturunkan sejak awal. Di lini depan, ia ditemani Allano Brendon de Souza Lima dan Emaxwell Souza de Lima. Komposisi ini menunjukkan bahwa Persija memilih formasi depan yang cukup terbuka, dengan Eksel berada di poros serangan dan dua nama asing mendukung dari sisi yang lebih dinamis.
Pilihan ini terasa logis bila melihat kondisi terbaru Persija. Sehari sebelum pertandingan, situs resmi Persija memuat pernyataan bahwa Eksel dan rekan rekannya bertekad menjaga konsistensi saat menghadapi PSIM. Dalam artikel itu, Eksel ditegaskan sebagai salah satu pemain yang sedang berupaya melanjutkan tren positif tim. Hal tersebut menguatkan kesan bahwa starter-nya Eksel bukan keputusan mendadak, melainkan hasil dari performa dan kepercayaan yang memang sedang tumbuh.
Yang membuat keputusan ini makin menarik adalah keberadaan nama nama besar lain di bangku cadangan Persija. Gustavo Almeida, misalnya, tidak masuk susunan starter dan justru duduk sebagai pemain pengganti. Keputusan menaruh Gustavo di bench sambil memainkan Eksel sejak menit pertama menandakan bahwa Mauricio Ferreira de Souza sedang mengatur dinamika serangan secara lebih fleksibel. Eksel diberi kesempatan memulai, sementara opsi seperti Gustavo tetap disimpan untuk mengubah ritme pertandingan di babak berikutnya.
Susunan pemain Persija menunjukkan keseimbangan baru
Kalau melihat keseluruhan susunan pemain Persija, starter-nya Eksel sebenarnya menjadi bagian dari gambaran yang lebih besar. Di bawah mistar, Persija memainkan Carlos Eduardo Soares Mota. Lini belakang diisi Bruno Nunes de Barros, Dony Tri Pamungkas, Jordi Amat Maas, Paulo Ricardo Ferreira, dan Rizky Ridho Ramadhani sebagai kapten. Di tengah, ada Muhammad Rayhan Hannan dan Van Basty Sousa e Silva, lalu tiga penyerang di depan yaitu Allano, Eksel, dan Emaxwell.
Susunan seperti ini memperlihatkan Persija tidak sekadar bertumpu pada satu nama di depan. Mereka mencoba menyusun serangan dari kombinasi tenaga, pergerakan, dan transisi cepat. Eksel di sini menjadi penting karena ia punya tipe permainan yang cukup aktif menekan ruang lawan, berani masuk kotak penalti, dan mau bekerja untuk membuka jalur bagi rekan setim. Ini terlihat pada penampilan sebelumnya ketika ia memenangi penalti dan kemudian menambah dua gol saat melawan Persebaya.
Di lini belakang, Persija juga tetap tampil dengan wajah yang cukup kokoh. Kehadiran Jordi Amat dan Rizky Ridho memberi kesan bahwa tim tamu tidak datang dengan pendekatan setengah hati. Artinya, ketika Eksel dipasang sebagai starter, keputusan itu terjadi dalam susunan yang secara keseluruhan memang kompetitif. Bukan starter karena keadaan darurat, melainkan starter dalam tim yang memang sedang disusun untuk mencari hasil.
PSIM tetap menurunkan kekuatan utama mereka
PSIM sendiri tidak datang dengan susunan lemah. Dalam daftar pemain resmi pertandingan, tim tuan rumah yang berkandang di venue netral tetap memasang Cahya Supriadi di bawah mistar. Lini belakang mereka diisi Franco Gaston Ramos Mingo, Johannes Daniel Maria Van Der Avert, Raka Cahyana Rizky, dan Yusaku Yamadera. Di tengah ada D. S. Sheva Maresca Amavisca, Donny Warmerdam, dan Jose Pedro Magalhaes Valente, sementara lini depan diisi Corfe Deri Antony, Muhammad Iqbal, dan Norberto Ezequiel Vidal.
Komposisi ini menunjukkan PSIM tetap berusaha memberi perlawanan serius meski pertandingan tidak dimainkan di kandang asli mereka. Beberapa jam sebelum laga, Liga Indonesia Baru juga memuat berita bahwa PSIM bertekad segera kembali ke jalur kemenangan. Ini berarti laga kontra Persija diperlakukan sebagai kesempatan penting untuk membalikkan momentum, bukan sekadar pertandingan yang dijalani biasa.
Dalam konteks ini, starter-nya Eksel justru makin menarik karena ia akan berhadapan dengan lini belakang PSIM yang juga disusun cukup penuh. Jadi, cerita pertandingan bukan hanya soal pemain mana yang turun, tetapi juga tentang bagaimana Persija menguji keyakinan mereka pada Eksel di laga yang secara struktur lawan tidak bisa dianggap ringan.
Venue netral memberi warna lain pada pertandingan
Pertandingan PSIM vs Persija tidak berlangsung di Yogyakarta, melainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Perubahan venue ini lebih dulu disinggung dalam komunikasi Persija dan juga tercatat di halaman pertandingan resmi Liga Indonesia Baru. Persija dalam situs resminya bahkan menulis bahwa tim sedang menata langkah menyusul perpindahan venue laga kontra PSIM.
Perpindahan venue membuat nuansa pertandingan menjadi sedikit berbeda. PSIM kehilangan keuntungan kandang sepenuhnya, sementara Persija juga harus menyesuaikan pendekatan di tempat yang netral. Dalam situasi seperti ini, komposisi starter sering menjadi lebih penting karena pelatih biasanya mencari pemain yang siap memberi intensitas sejak awal. Di sinilah keberadaan Eksel sebagai starter bisa dibaca sebagai bagian dari rencana untuk langsung menekan sejak kick off, bukan menunggu perubahan dari bangku cadangan.
Bagi pemain seperti Eksel, venue netral juga bisa mengurangi tekanan psikologis tertentu yang biasanya hadir saat bermain di kandang lawan yang penuh. Dengan atmosfer yang lebih seimbang, penyerang kerap punya ruang lebih leluasa untuk bermain lepas. Tentu hasil akhirnya tetap ditentukan di lapangan, tetapi kondisi pertandingan semacam ini membuat keputusan memainkan Eksel sejak awal terasa semakin masuk akal.
Eksel sedang berada di momen yang tepat
Ada alasan kenapa nama Eksel kini terasa lebih sering muncul dalam pembahasan Persija. Selain starter melawan PSIM, ia juga tengah menikmati periode performa yang cukup positif. Liga Indonesia Baru menyebut seusai kemenangan atas Persebaya, Eksel merasa bangga karena mampu memberi kontribusi besar untuk tim. Dalam laga itu, ia bukan cuma mencetak dua gol, tetapi juga membuat lawan melanggar dirinya di kotak penalti yang menghasilkan gol pertama Persija.
Satu hari sebelum duel kontra PSIM, Liga Indonesia Baru juga menurunkan berita berjudul “Eksel Pastikan Seluruh Pemain Siap Bawa Tiga Poin”. Dalam berita itu, Eksel tampil sebagai wajah yang menyuarakan kesiapan tim menghadapi PSIM pada pekan ke-29. Ini memberi gambaran bahwa peran Eksel sedang membesar, bukan hanya sebagai eksekutor di lapangan, tetapi juga sebagai salah satu pemain yang mewakili kepercayaan diri tim menjelang pertandingan.
Karena itu, starter-nya Eksel bukan sekadar data line up yang menarik untuk dibaca sesaat. Ia juga bisa dianggap sebagai cerminan momen pribadi seorang pemain yang sedang naik. Dalam tim besar seperti Persija. Kepercayaan untuk bermain sejak menit pertama biasanya datang setelah pemain memberi alasan kuat dalam beberapa pertandingan. Eksel tampaknya sedang ada di fase itu.
Gustavo Almeida cadangan, Persija siapkan dua wajah serangan
Salah satu detail yang membuat susunan pemain Persija makin menarik adalah keputusan menaruh Gustavo Almeida dos Santos di bangku cadangan. Nama ini tentu bukan pemain biasa, dan justru karena itu starter-nya Eksel terasa lebih signifikan. Persija tidak sedang kekurangan opsi di depan. Mereka memilih Eksel meski masih punya Gustavo untuk dimasukkan kemudian.
Keputusan seperti ini memberi Persija dua wajah serangan. Wajah pertama adalah tekanan awal lewat Eksel bersama Allano dan Emaxwell. Wajah kedua adalah kemungkinan perubahan di babak kedua lewat masuknya Gustavo. Serta opsi lain seperti Alaaeddine Ajaraie, Jean Mota, atau Witan Sulaeman yang juga ada di daftar pemain pengganti. Ini membuat Persija tampak menyiapkan pertandingan secara berlapis, bukan hanya dengan satu pola.
Bagi Eksel sendiri, keberadaan nama besar di bench juga bisa menjadi dorongan tambahan. Ia tahu starter ini harus dibayar dengan penampilan yang meyakinkan. Dalam tim besar, kesempatan semacam itu selalu datang bersama tuntutan. Dan justru karena tuntutan itulah starter melawan PSIM terasa sangat penting dalam pembacaan susunan pemain kali ini.
Susunan pemain ini mengirim pesan dari Mauricio Ferreira
Pelatih Persija Mauricio Ferreira de Souza tampak ingin mengirim pesan yang cukup jelas lewat line up ini. Ia tidak menurunkan susunan konservatif. Persija datang dengan tiga penyerang sejak awal, dua gelandang inti di tengah. Dan lima pemain belakang yang memberi fondasi cukup kuat untuk menopang permainan lebih berani. Dengan kata lain, tim tamu tampaknya tidak datang untuk sekadar menjaga ritme, tetapi ingin mengontrol pertandingan.
Dalam kerangka seperti itu, Eksel bukan hanya pelengkap. Ia adalah bagian dari pesan taktis tersebut. Pergerakan tanpa bola, keberanian masuk area kotak penalti, dan ketajamannya yang sedang tumbuh membuatnya cocok untuk membuka laga. Apalagi Persija sebelumnya juga sudah menegaskan lewat kanal resmi klub bahwa kolektivitas akan menjadi kunci dalam duel kontra PSIM. Eksel, dengan kerja kerasnya di depan, tampak dipilih untuk mendukung garis besar itu.
Bila dibaca secara lebih luas, susunan ini memperlihatkan Mauricio sedang mencoba menjaga keseimbangan antara performa pemain yang sedang panas dan kebutuhan tim untuk tetap punya opsi perubahan. Eksel mendapat panggung awal, Gustavo disimpan, dan Persija tetap punya cukup alat untuk mengubah arah pertandingan bila dibutuhkan. Itu bukan line up yang asal turun, tetapi line up yang disusun dengan pertimbangan cukup matang.
Laga ini penting bagi Persija dan juga bagi Eksel
PSIM vs Persija bukan pertandingan yang netral secara arti. Dari form guide resmi di halaman pertandingan, Persija datang dengan hasil yang lebih meyakinkan dibanding PSIM. Termasuk kemenangan atas PSBS Biak dan Persebaya dalam beberapa laga terakhir. Sementara PSIM justru sedang berusaha keluar dari hasil yang kurang baik. Dalam situasi seperti ini, pertandingan menjadi penting bagi Persija untuk menjaga langkah, dan penting bagi PSIM untuk menghentikan laju negatif.
Bagi Eksel pribadi, ini juga laga yang sangat berarti. Starter ketiga beruntun seperti yang diperkirakan beberapa laporan media menunjukkan bahwa ia sedang benar benar berada di jalur utama Persija. Dalam tim dengan persaingan lini depan cukup padat. Kesempatan seperti ini bisa menjadi penanda apakah seorang pemain hanya sedang lewat dalam momen bagus. Atau benar benar mulai menempatkan dirinya sebagai pilihan utama.
Dengan semua latar itu, susunan pemain PSIM vs Persija kali ini layak dibaca lebih dari sekadar daftar nama sebelum kick off. Ia memuat cerita tentang pelatih yang sedang menyusun ritme tim, tentang penyerang lokal yang sedang naik. Dan tentang laga yang dijalani di venue netral dengan nuansa yang tidak biasa. Dan dari semua detail itu, nama Eksel Runtukahu memang menjadi sorotan paling jelas.






